.

Edwin-Eko Calon Pertama Umumkan Maju Pilkada Padangpanjang



Padangpanjang, Sumbar, (antarasumbar.com ) - Edwin dan Eko Furqoni menjadi pasangan calon wali kota-wakil wali kota pertama yang mengumumkan secara terbuka maju dalam Pemilihan Kepada Daerah Kota Padangpanjang 2013. "Kami ingin melanjutkan pembangunan Padangpanjang ini lima tahun ke depan dengan motto ''basamo mambangun Padangpanjang''," kata Edwin di Padangpanja ng, Sumatera Barat, Jumat (8/2). Pilkad a Kota Padangpanjang akan digelar Juli 2013, namun hingga saat ini baru pasangan yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) itu yang secara resmi mengumumkan pencalonannya. Edwin saat ini menjabat Wakil Wali Kota Padangpanjang, sedang Eko saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Padangpanjang. Menurut Edwin, ia dan Eko sengaja menyatakan diri maju dalam Pilkada Padangpanjang lebih awal untuk menunjukkan konsistensi mereka terhadap komitmen yang sudah disepakati, baik dengan partai maupun pasangan calon. "Kita saat ini sedang mempersiapkan segala persyaratan pendaftaran ke KPU Kota Padangpanjang termasuk sosialisasi kepada masyarakat," kata dia. PAN bisa mengusung pasangan calon wali kota-wakil wali kota karena memiliki empat kursi di DPRD Padangpanjang. "Itu sudah melebihi syarat minimal bagi partai politik untuk bisa mengusung satu pasangan calon kepala daerah," kata Eko yang juga Ketua DPD PAN Padangpanjang. (*/ben/wij)

sumber : antara sumbar.com

Edwin-Eko : "Basamo Kito Mambangun Padang Panjang"



PADANG PANJANG, SO--Partai berlambang Matahari Terbit kota Padang Panjang membuka pendaftaran menetapkan calon mereka akan diusung di putaran Pilkada Juli mendatang. Setelah melalui mekanisme partai akhirnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Amanat Nasioanal (PAN) Sumbar menunjuk pasangan calon Edwin dan Eko Furqani sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota balon ini melalui surat keputusan DPP PAN Pusat bernomor : PAN/A/WKU-SJ/025/II/2013 penetapan DPW PAN Sumbar nomor : PAN/04/A/K-S/1/II/2013. Selain memastikan menginstruksikan khususnya Padang kedua calon yang telah ditetapkan. Menjawab pertanyaan wartawan kapan pasangan calon itu akan dideklarasikan, Eko Furqani menyatakan, Insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Duet pasangan EE ini sepakat bersemboyan dengan slogan "Basamo Mambangun pribumi, pendatang pejabat semua tanpa terkecuali mari bersama membangun Padang Panjang kearah lebih baik. Dalam pertemuan tersebut sesuai agenda setelah menjemput SK Penetapan dari DPP dan DPW PAN, kedua pasangan calon langsung menemui Walikota Suir Syam.sebagai orang tua. Namun, karena Suir Syam sedang keluar daerah, direncanakan setelah Walikota pulang dari tugas luar daerah langsung akan menemuinya. "Sebagai orang tua kami, kami merasa penting untuk mohon restu pak Suir Syam," ungkap Eko dan Edwin. Sementara itu, Edwin menyatakan, dengan telah keluarnya surat penetapan langkah-langkah pemenangan. Karena, yang akan masyarakat., adalah menentukan kemenangan sesuai nalurinya. Juga ditambahkan Edwin, untuk membangun Padang Panjang saat ini adalah peningkatan ekonomi kerakyatan, sementara Eko dengan basic ekonomi dan sebagai lulusan Gontor sangat cocok dalam pengembangan sebagai Kota Serambi Mekah. "Kesuksesan Padang membahas APBD tahun 2011 juga tidak terlepas dari peran Eko Furqani sebagai anggota DPRD Kota Padang Panjang dan menjabat Wakil ketua DPRD, pungkas Edwin. Dilaporkan : Paul

Padangpanjang Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan Enam Persen


Padangpanjang, (ANTARA) - Pemerintah
Kota Padangpanjang, Sumatera Barat,
menargetkan penurunan angka
kemiskinan di daerah itu di bawah enam
persen pada 2013.
"Penekanan di bawah enam persen
tersebut target yang sudah ditetapkan
bersama pihak eksekutif dan legislatif
pada tahun ini," kata Wakil wali Kota
Padangpanjang, Edwin, di Padangpanjang,
Senin.
Dia mengatakan, untuk mencapai target
yang ditetapkan tersebut, Pemkot
Padangpanjang melakukan berbagai upaya
mulai dari bantuan melalui berbagai
program seperti bedah rumah,
peningkatan sumber daya manusia (SDM)
dan pengembangan keterampilan,
memfasilitasi penyediaan lapangan
pekerjaan dan lainnya.
"Sedangkan dari Badan Amil Zakat (BAZ),
direncanakan akan membantu modal
usaha sebagaimana program prioritasnya
2013 dan disesuaikan dengan kebutuhan
penerima," kata dia.
Untuk bedah rumah dari 150 rumah yang
tidak layak huni, direncanakan sebanyak
100 unit di antaranya sudah dialokasikan
dananya melalui Anggaran Pendapatan
Belanja Daerah (APBD).
"Sementara 50 unit lagi dari dana bantuan
Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM) Perkotaan," kata dia.
Sedangkan untuk lapangan pekerjaan,
dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota
Padangpanjang sudah membuat terobosan
baru untuk menekan angka pengangguran
dan menciptakan peluang kerja melalui
kerja sama dengan Badan
Ketenagakerjaan On-Line (BKOL) Dirjen
Binapenta Menakertrans.
Melalui dukungan BKOL tersebut,
Dinsosnaker dapat melaporkan data dan
jumlah pencari kerja ke Menakertrans
sekaligus bisa memfasilitasi peluang pasar
kerja yang tersedia, baik dalam maupun
luar negeri.
Kemudian, lanjut dia, pemkot melakukan
pengembangan sentra-sentra industri,
seperti sentra industri kulit, industri
produk susu sapi beserta ikutannya,
makanan ringan dan bordir, tanaman hias
dan sebagainya.
"Kesemuanya itu menjadi wadah bagi
masyarakat miskin dan tenaga kerja
menganggur untuk berusaha sesuai
dengan bekal pendidikan dan pelatihan
yang telah diberikan," katanya.
Program selanjutnya, akses permodalan
berbagai pinjaman lunak dan tanpa bunga
telah digulirkan melalui dinas terkait,
antara lain, KUBE, kumanis, UED-SP, dana
revolving, dan KUR.
"Target kita sampai akhir 2013, masyarakt
miskin tidak ada lagi di Padangpanjang
ini, sehingga tidak ada lagi warga yang
menderita karena kemiskinan," katanya.
Selain peranan pemerintah,
pengembangan keswadayaan masyarakat
juga penting seperti inisiatif dari bawah,
yang berasal dari masyarakat, juga
diperlukan.
Di Padangpanjang angka kemiskinan saat
ini ada tiga tingkatan mulai dari hampir
miskin, miskin dan sangat miskin dengan
jumlah keseluruhannya mencapai sekitar
2.300 lebih kepala keluarga. (**/ben/jno)

Wawako H. Edwin


BAKINNews Pemko Padang Panjang menargetkan penurunan angka kemiskinan didaerah itu hingga dibawah enam persen pada 2013. Penekanan dibawah enam persen tersebut target yang sudah ditetapkan bersama pihak eksekutif dan legislatif pada tahun ini. "Untuk mencapai target yang ditetapkan tersebut, kita telah melakukan berbagai upaya mulai dari bantuan melalui berbagai program seperti bedah rumah, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan keterampilan, memfasilitasi penyediaan lapangan pekerjaan dan lainnya," papar Wawako Padang Panjang Ir. H. Edwin, SP.
Disampaikan Edwin, sedangkan dari Badan Amil Zakat (BAZ), direncanakan akan membantu modal usaha sebagaimana program prioritasnya 2013 dan disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Lanjutnya, untuk bedah rumah dari 150 rumah yang tidak layak huni, direncanakan sebanyak 100 unit diantaranya sudah dialokasikan dananya melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Sementara 50 unit lagi dari dana bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perkotaan," jelas Edwin. Sedangkan untuk lapangan pekerjaan, dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang Panjang sudha membuat terobosan baru untuk menekan angka pengangguran dan menciptakan peluang kerja melalui kerja sama dengan Badan Ketenagakerjaan On- Line (BKOL) Dirjen Binapenta Menakertrans. Melalui dukungan BKOL tersebut, Dinsosnaker dapat melaporkan data dan jumlah pencari kerja (Pencaker) ke Menakertrans sekaligus bisa memfasilitasi peluang pasar kerja yang tersedia, baik dalam maupun luar negeri. Lalu, Pemko melakukan pengembangan sentra-sentra industri, seperti sentra industri kulit, industri produk susu sapi beserta ikutannya, makanan ringan dan bordir, tanaman hias dan sebagainya. "Kesemuanya itu menjadi wadah bagi masyarakat miskin dan tenaga kerja menganggur untuk berusaha sesuai dengan bekal pendidikan dan pelatihan yang telah diberikan," katanya. Dipaparkan Edwin, akses permodalan berbagai pinjaman lunak dan tanpa bunga telah digulirkan melalui dinas terkait, antara lain, KUBE, kumanis, UED-SP, dana revolving dan KUR. "Target kita sampai akhir 2013, masyarakt miskin tidak ada lagi di Kota Padang Panjang ini, sehingga tidak ada lagi warga yang menderita karena kemiskinan," jelas Edwin. Selain peranan pemerintah, pengembangan keswadayaan masyarakat juga penting seperti inisiatif dari bawah, yang berasal dari masyarakat, juga diperlukan. Di Kota Padang Panjang angka kemiskinan saat ini ada tiga tingkatan mulai dari hampir miskin, miskin dan sangat miskin dengan jumlah keseluruhannya mencapai sekitar 2.300 lebih Kepala Keluarga. BIN 666