.

Wawako H. Edwin


BAKINNews Pemko Padang Panjang menargetkan penurunan angka kemiskinan didaerah itu hingga dibawah enam persen pada 2013. Penekanan dibawah enam persen tersebut target yang sudah ditetapkan bersama pihak eksekutif dan legislatif pada tahun ini. "Untuk mencapai target yang ditetapkan tersebut, kita telah melakukan berbagai upaya mulai dari bantuan melalui berbagai program seperti bedah rumah, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan keterampilan, memfasilitasi penyediaan lapangan pekerjaan dan lainnya," papar Wawako Padang Panjang Ir. H. Edwin, SP.
Disampaikan Edwin, sedangkan dari Badan Amil Zakat (BAZ), direncanakan akan membantu modal usaha sebagaimana program prioritasnya 2013 dan disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Lanjutnya, untuk bedah rumah dari 150 rumah yang tidak layak huni, direncanakan sebanyak 100 unit diantaranya sudah dialokasikan dananya melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Sementara 50 unit lagi dari dana bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perkotaan," jelas Edwin. Sedangkan untuk lapangan pekerjaan, dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang Panjang sudha membuat terobosan baru untuk menekan angka pengangguran dan menciptakan peluang kerja melalui kerja sama dengan Badan Ketenagakerjaan On- Line (BKOL) Dirjen Binapenta Menakertrans. Melalui dukungan BKOL tersebut, Dinsosnaker dapat melaporkan data dan jumlah pencari kerja (Pencaker) ke Menakertrans sekaligus bisa memfasilitasi peluang pasar kerja yang tersedia, baik dalam maupun luar negeri. Lalu, Pemko melakukan pengembangan sentra-sentra industri, seperti sentra industri kulit, industri produk susu sapi beserta ikutannya, makanan ringan dan bordir, tanaman hias dan sebagainya. "Kesemuanya itu menjadi wadah bagi masyarakat miskin dan tenaga kerja menganggur untuk berusaha sesuai dengan bekal pendidikan dan pelatihan yang telah diberikan," katanya. Dipaparkan Edwin, akses permodalan berbagai pinjaman lunak dan tanpa bunga telah digulirkan melalui dinas terkait, antara lain, KUBE, kumanis, UED-SP, dana revolving dan KUR. "Target kita sampai akhir 2013, masyarakt miskin tidak ada lagi di Kota Padang Panjang ini, sehingga tidak ada lagi warga yang menderita karena kemiskinan," jelas Edwin. Selain peranan pemerintah, pengembangan keswadayaan masyarakat juga penting seperti inisiatif dari bawah, yang berasal dari masyarakat, juga diperlukan. Di Kota Padang Panjang angka kemiskinan saat ini ada tiga tingkatan mulai dari hampir miskin, miskin dan sangat miskin dengan jumlah keseluruhannya mencapai sekitar 2.300 lebih Kepala Keluarga. BIN 666


0 Responses So Far:

Basamo Mambangun Padangpanjang