PADANG PANJANG, SO --Sebagai kota kecil dengan letak geografisnya dipersimpangan arah tujuan kota, nama kota berjuluk serambi mekah itu tak lagi asing di telinga masyarakat baik masyarakat Sumbar khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.
Bahkan nama kota Padang Panjang telah melejit ke berbagai mancanegara akhir akhir ini melalui program kerja Pemko yang dinahkodai oleh Suir Syam -Edwin.
Kepopuleran nama kota tersebut lantaran dengan program pemberantasan merokok dan pembersihan kota dengan spanduk dan iklan rokok, begitu pula dengan pendidikannya, namun diantara 3 visi misi tersebut kota Padang Panjang masih tertinggal dalam utusan ekonomi kerakyatan.
Apalagi saat ini pasar sebagai sentral ekonomi masyarakat dalam keadaan amburadul bahkan kalau masih tertunda pembangunan tahun ini nyaris Padang Panjang akan kehilangan pasar yang dulunya menjadi pusat grosir Sumatera Tengah.
Mengingat hal tersebut Pemko Padang Panjang kini giat giatnya menggalang berbagai usaha kecil rumah tangga, semua demi membangkit "batang tarandam" dan menaikan income perkapita masyarakat kota Padang Panjang yang akhir akhir inj menurun.
Diantara usaha peningkatan perekonomian masyarakat tersebut adalah dikembangkannya berbagai kerajinan kulit masyarakat seperti usaha kelompok pengrajin kulit di Kota Padang Panjang mulai mendapatkan angin segar dari Pemko.
Pihak pemko berusaha memasarkan hasil kulit produksi pengrajin. Bahkan, untuk menunjang kualitas produksi pengrajin pihak pemko melalui Dinas Koperasi UKM Perindag juga telah menyiapkan gedung penyamakan kulit berikut workshop, juga showroomnya disetiap kelurahan.
Sepertinya, pemko benar benar membuka peluang usaha bagi kelompok pengrajin kulit. Minimal dilangkah awal produk lokal ini jadi raja di rumah sendiri," ucap Wawako Padang Panjang, Ir Edwin, SP pada wartawan.
Dikatakannya, upaya keras dilakukan pemko guna mendorong percepatan ekonomi disektor kerajinan dan industri kulit yang tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari Pemko dan lembaga DPRD.
Kita tidak hanya menerima bantuan pembangunan workshop. Pemerintah kota juga memberikan peluang pada daerah yang industri kulitnya lebih dahulu maju dari kita, seperti Sidoarjo dan Bandung. Sudah banyak, pengrajin kulit Padang Panjang yang menghasilkan produk kerajinan kulitnya. Untuk sepatu yang dipakai pegawai Pemko Padang Panjang, bukti dari hasil karya anak nagari. Sesuai program yang dipersiapkan melalui Dinas Koperasi UKM Perindag," ujar Edwin.
Dinas UKM Perindag telah melakukan banyak langkah mulai dari pembekalan, pelatihan bagi kelompok pengrajin sampai pengadaan mesin pengolah kulit berikut showroomnya. Tujuannya, bagaimana kota Padang Panjang mampu mewujudkan komitmen menjadikan kota ini sebagai pusat industri kulit terbesar diwilayah Sumatra.
Dilaporkan : Paul
Sumber : Sumbar Online











0 Responses So Far:
Basamo Mambangun Padangpanjang